Senin 30 Mei 2021
Lenteradesa.com-Dinsos Kabupaten Sidoarjo bersama relawan binaannya Tagana diterjunkan untuk membantu melakukan pencarian terhadap anak berkebutuhan khusus yang di duga mengalami kecelakaan air.
Kejadian nahas ini berlangsung di Desa wonoplintahan Perumahan Griya Prambon Asri, Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo, pada hari Minggu, 29 Mei 2022 sekira pukul 11.00 Wib.
Sementara itu dari satuan relawan Tagana Dinsos Sidoarjo, langsung merespon cepat informasi yang mereka dapat dari masyarakat,selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas terkait dan Basarnas guna untuk menentukan langkah selanjutnya, yakni penyisiran dan Assasment.
Tim pencarian korban yang melibatkan Basarnas surabaya beserta sejumlah pihak seperti Dinas Sosial kab Sidoarjo, Tagana kab. Sidoarjo, BPBD sidoarjo, Relawan Birunya cinta, Semar, Iklj,Gerpik,Tsa,Welirang rescue, Damkar kab. Sidoarjo, Ils, Rapi, Polsek Prambon, Rentan,juga dibantu Warga setempat, segera bergerak melakukan pencarian korban terduga Laka Air tersebut.
Menurut Kristian Yudi Arianto Staff Linjamsos bidang kebencanaan Dinsos Sidoarjo saat diketemui mengakui, bahwa pihaknya bersama Tagana langsung menindak lanjuti informasi yang ada, dan melakukan assesment serta bergabung melakukan proses pencarian korban.
Sementara ditempat lain,petugas Keposkoan Tagana Sidoarjo Roiq Hidayat juga menyampaikan alur kronologisnya.
“Dari data yang kami peroleh di lokasi, korban diketahui atas nama Fitany clorina oktavia (6 Tahun) perempuan, dan berkebutuhan khusus” ungkap Roiq.
Awalnya pada pukul 06.30 pagi, korban ditinggal orang tuanya mencari kontrakan dengan dititipkan di rumah neneknya,ketika asyik bersama neneknya di pos kamling yang tepatnya sebelah rumah tak jauh dari sungai,si Nenek kedatangan tamu kemudian korban ditinggal di pos kamling selama si Nenek sedang menemui tamunya tersebut
“Selang beberapa jam, tepatnya sekitar pukul 11.00 Wib kembalilah si Nenek ke Poskamling tempat dimana korban tadi di tinggalkan tetapi yang ada saat itu hanya celana yang dipakai Cucunya tadi” terangnya.
Pencarian hari pertama yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil,dan direncanakan akan di lanjutkan hari ini Senin,30 Mei 2022,
Roiq juga menambahkan,pencarian dilakukan secara manual sebelum perahu tiba, dengan radius pencarian pada jarak kisaran 1 km dari titik nol.
“Survivor masih belum di ketahui keberadaannya, Tim pencarian korban beserta relawan lainnya sebagian tetap bertahan dan standby di lokasi” ungkapnya.
(Arief)






