Elephen Respobse Unit (ERU) Belum Maksimal Dalam Melaksanakan Tugas Serta Pungsi Utama

 

Senin 4 Juli 2022

Lenteradesa.com–Lampung timur,Selaku NGO Elephant Respobse Unit (ERU)tugas utamnya untuk menanggulangi konflik gajah liar dan meminimalisir terjadinya konflik dengan masyarakat sekitar hutan.
Namun sampai pada saat berita ini diturunkan belum juga mampu melakukan funngsi utamanya dari tujuan utama nya pendirian NGO ERU itu sendiri.

Seperti yang terjadi Pada hari Sabtu (02/07/2022) dini hari Gali(gajah liar)
Kembali keluar kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK)dan merusak tanaman petani desa Braja asri.

Menurut saksi mata yang enggan namanya di sebutkan ada kisaran 10 ekor gajah yang keluar dan merusak peladangan masyarakat.
“Kurang lebih 10 ekor gajah liar mas, tadi malam yang masuk ke areal peladangan kami’ ujarnya.

Saat di temui di kediamannya pada hari minggu (03.07.2022) menurut keterangannya ada cukup banyak kebun masyarakat yang rusak Di antaranya milik bpk MAIL.itu kebun jagung yang di rusak kurang lebih setengah hektar,kebun sayuran kangkung dan bayam milik bapak WARDI luas seperempat hektar ludes total. jagung yang siap panen malah ludes semua tak ada sisa.
Termasuk kebun padi milik Slamet,Dali dan punya Sarno jagung yang siap panen ludes semua tak ada sisa.

“Nah ini lo mas yang jadi kebingungan kami selaku petani, kemana pagawai pegawai atau orang orang ERU yang katanya bisa menanggulangi gajah liar,tapi nyatanya setiap ada gajah masuk kebun kami orang orang ERU enggak pernah ada untuk bantu kami,apa lagi kalo gajahnya masuk di malam hari enggak pernah muncul ,sementara gajah liar itu kalau keluarnya malam hari,”
Keterangan Nara sumber.

“kalau tahun kemarin enak mas,kita di bantu dari kawan kawan WCS kalau ada gajah masuk, mereka CEPET dateng untuk membantu ngusir dan giring gajah liar untuk kembali ke hutan, ”
Imbuhya.

Selain itu peduli gitu lo mas sama petani,kalo ERU enggak pernah ada pedulinya mas sama kami dan kami belum pernah di bantu dari ERU untuk penggiringan gajah liar apa lagi bantuan bantuan lainnya”keluhnya.

“Harapan kami ada lah pihak pihak yang bertanggung jawab bisa membantu kami untuk menanggulangi gajah liar kalau Pas masuk kebun kami.
seperti ERU kan ngeburu gajah liarnya pakai gajah jinak juga mas,ya harusnya ada perasaan lah untuk membantu kami,jangan cuman tamengnya aja untuk cari duit” ucapnya.

Memang ketika pihak pihak yang memilik tanggung jawab atas penanggulangan gajah liar ini harusnya lebih sigap lagi untuk mengatasinya,

Agar supaya para petani tidak selalu gagal panen dan di rugikan.
Sulis koordinator ERU di lapangan saat di konfirmasi via Handphone seluler nya beberapa kali oleh
Redaksi Media Suara Konsumen Nusantara tidak di angkat.

Gali (gajah liar)memang menjadi salah satu momok untuk petani pedesaan yang berada di pinggiran hutan TNWK apa lagi musim penghujan gajah liar sering sekali keluar dari kawasan hutan TNWK menutup
keterangannya.

(Rds/AS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *